• Jelajahi

    Copyright © Suara Rakyat
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Latest Post

    ‎Bermula dari Laporan Sang Istri, Warga Selayar Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Kantor Polisi

    Jumat, 29 Mei 2026, 5/29/2026 WIB Last Updated 2026-05-29T13:08:59Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Suararakyat.click

    ‎SELAYAR, Suararakyat — Dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota polisi terhadap seorang warga berinisial ZI menuai sorotan tajam publik. Ironisnya, sebelum insiden itu terjadi, pihak yang meminta polisi datang mengamankan korban disebut merupakan istrinya sendiri karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat korban dalam kondisi mabuk.
    ‎Informasi tersebut mencuat dari keterangan keluarga korban dan percakapan yang beredar di grup WhatsApp oleh salah seorang politisi di Kepulauan Selayar.
    ‎Menurut keterangan keluarga korban sekaligus saksi bernama Sri, korban saat itu memang berada dalam pengaruh minuman keras. Namun tujuan keluarga meminta bantuan polisi hanyalah untuk mengamankan korban, bukan untuk menerima tindakan kekerasan.
    ‎“Korban itu lagi mabuk pak, jadi ada yang melapor supaya diamankan polisi. Tapi bukannya diamankan malah diduga ya dianiaya dari dalam kantor,” ungkap Sri.
    ‎Sri juga mengaku kecewa lantaran saat pihak keluarga hendak melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Kepulauan Selayar, laporan mereka disebut tidak diterima.
    ‎“Menurut keterangan istrinya tadi mau melaporkan penganiayaan ke Polres dan untuk kepentingan visum, tapi laporannya tidak diterima,” demikian informasi yang beredar dari salah seorang politisi Selayar di grup WhatsApp.
    ‎Keluarga korban mempertanyakan alasan dugaan kekerasan tersebut terjadi hanya karena korban berbicara kasar saat dalam kondisi mabuk dan tidak sadar penuh.
    ‎“Alasannya dipukuli karena korban berbicara kasar. Tapi kan wajar namanya juga orang mabuk dalam keadaan tidak sadar,” lanjut Sri.
    ‎Pernyataan keluarga korban semakin memperkuat sorotan publik terhadap profesionalisme aparat dalam menangani warga yang sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Banyak warga menilai tindakan pengamanan seharusnya dilakukan secara manusiawi tanpa berujung pada dugaan kekerasan fisik.
    ‎Menurut keluarga, istri korban sejak awal berharap polisi dapat membantu menenangkan dan mengamankan suaminya agar tidak terjadi sesuatu yang buruk. Namun harapan itu justru berubah menjadi trauma setelah korban diduga mengalami penganiayaan saat berada dalam pengamanan aparat.
    ‎“Istrinya sendiri yang melapor karena takut terjadi hal buruk akibat suaminya mabuk. Makanya minta polisi untuk diamankan. Tapi kenyataannya berkata lain, bukannya diamankan malah diduga dianiaya oleh oknum polisi,” ujar Sri.
    ‎Sementara itu, Propam Polres Kepulauan Selayar saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap empat anggota polisi terkait dugaan kontak fisik dalam proses pengamanan tersebut. (**) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini